Saturday, September 15, 2018

Mengentaskan Kemiskinan di Indonesia


#shiqoaidilindahnoviamahalydia

     Masalah kemiskinan yang ada di Indonesia merupakan salah satu masalah yang sampai sekarang belum bisa teratasi dengan baik. Berdasarkan Boombastis.com, angka kemiskinan yang ada di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Memang, sejak krisis ekonomi yang melanda RI dan beberapa negara Asia pada tahun 1998, ekonomi Indonesia sudah menunjukkan perbaikan yang sangat pesat, namun angka kemiskinan belum juga bisa diturunkan dengan signifikan. 
     Kemiskinan merupakan masalah serius yang harus ditangani oleh pemerintah. Banyaknya jumlah penduduk usia kerja tidak sebanding dengan lapangan kerja yang memadai. Akibatnya, tingkat persaingan dalam mencari pekerjaan semakin ketat, dan membuat masyarakat dengan kualifikasi yang rendah kalah dalam bersaing dan akhirnya menjadi pengangguran. Cita-cita akan  pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi seluruh rakyat yang tercantum dalam Pasal 27 ayat (2) UUD NRI 1945, nampaknya masih jauh dari kata terwujud.
     Pembinaan akan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik harus selalu digalakkan agar masyarakat Indonesia mampu menjadi masyarakat dengan daya saing yang tinggi. Tidak hanya pembinaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus ditingkatkan agar tingkat pengangguran serta kemiskinan yang menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi pengemis, tetapi tingkat kedisiplinan serta keuletan dari dalam diri manusia tersebut juga harus ditingkatkan agar dapat mendukung pembinaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibina oleh pemerintah. Apalagi dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak tahun 2015 yang lalu, maka para pekerja asing dari negara-negara lain akan semakin leluasa dalam mencari pekerjaan di Indonesia. Jika hal ini tidak mampu diantisipasi, maka akan semakin tinggi pula tingkat pengangguran di negara kita. 
     Mengenai masalah kemiskinan di Indonesia, maka kita tidak bisa melihat permasalahan tersebut hanya pada satu sisi. Kita tidak bisa mengkambing-hitamkan pemerintah karena masalah tersebut. Setiap individu masyarakat harus menyadari bahwa kelangsungan hidup mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri, dimana merekalah yang menjadi pemeran utama agar bisa memenangkan persaingan dalam mencari lapangan pekerjaan. Setiap kita harus membekali diri dengan skill ataupun keahlian yang bisa kita manfaatkan. Bahkan, kita sendirilah yang seharusnya berusaha untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Jika para pemuda Indonesia tidak memiliki semangat untuk bekerja, maka akan terciptalah para pemuda dengan jiwa "pengemis", pemuda yang hanya bisa menggantungkan hidupnya dengan orang lain. 
     Menjadi negara yang stabil dalam aspek ekonomi, sosial, maupun politik adalah suatu masa yang sangat diidam-idamkan namun bukan perkara mudah juga untuk mencapainya. Jauh sebelum itu, dasar dari terbentuknya kestabilan bernegara adalah sebenarnya ketika masyarakat sudah mempunyai kesadaran hukum yaitu seperti tidak melakukan tindak pelanggaran Hak Asasi Manusia dan tidak mencoba melakukan aksi pengingkaran kewajiban. Memang terlihat gampang namun fakta dalam realisasinya sangatlah susah, maka dari itu sebagai para pemuda yang menginisiasikan perubahan, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai kestabilan itu.
       
Guru Pembimbing: Tini Anadia, S.Pd
Kelas :XII MIA 1 SMAN Sumatera Selatan
Anggota Grup:
1. Indah Kusuma Wardani 
2. Lydia Hasana
3. M. Aidil Fatha
4. M. Shiqo Filla
5. Maharani
6. Novia Rahmawati

    

No comments:

Post a Comment